Sunday, 2 November 2014

Dia berdiri di sudut malam, membaca seluruh rindu yang berdetak pada dirinya.
Matanya sebak, mengalirkan seluruh doa yang masih tersisa.
Pada sunyi yang gemuruh, dia mendengar suara-suara jiwanya berbisik tentang sepenggal cerita yang harus terlepas dari kisahnya.
Kisah yang begitu sunyi dan diam dalam ketakberdayaan.
Ia mendengar jerit hatinya yang koyak oleh rindu. Karena itu, ia membalurinya dengan kesabaran. Namun, waktu perlahan mengikis seluruh kesabaran itu dan menghempas hatinya pada sebuah kenyataan.
Kenyataan yang menawarkan luka yang lebih luka.
Jiwanya yang lembut datang menghampiri sang hati. Membisikkan nasihat sebagai penawar atas luka yang membaluri wajahnya.
Atas kepingan cerita yang harus terlepas dari kisahnya, adalah penanda atas pertemuan-pertemuan lain yang lebih sempurna. Sebab Tuhan selalu bijak atas takdir seluruh ciptaanNya; Tuhan tak pernah lupa menerbitkan matahari setelah malam berlalu.
Kepingan cerita yang dulu tiba pada kisah hidupnya sesungguhnya adalah pelengkap atas takdir yang dianugerahkan Tuhan padanya, tertulis dan terhapus dengan sebuah alasan pasti.


Picture By Me

0 comments :

Post a Comment