Saturday, 29 August 2015

Jangan berdiri di atas pusaraku dan mengucurkan air mata
Sebab aku tak sedang di sana
Mungkin aku telah terbawa hembusan angin
Yang menenangkanmu di pagi hari
Atau menyesap ke dalam embun
sebelum matahari beranjak menemui pagi

Jangan berdiri di atas pusaraku dan mengucurkan air mata
Sebab aku tak sedang tidur di sana
Mungkin aku telah menjadi pekat pada malam
Yang menudungimu dari cahaya purnama,
Menemanimu membaca sunyi yang paling sunyi
Atau aku telah menetes bersama derai hujan yang sendu,
Memerecik pada wajahmu dan menyeka duka dari matamu yang sebak

Jangan berdiri di atas pusaraku
Sebab kematian bukanlah apa-apa setelah kita mengecap syukur dalam kefanaan dunia


Makassar, 29 Nonember 2014

0 comments :

Post a Comment