Showing posts with label Inspirations. Show all posts
Showing posts with label Inspirations. Show all posts

Saturday, 6 June 2026

Tujuan dari Sebuah Perjalanan

Tujuan dari sebuah perjalanan sesungguhnya bukanlah untuk menemukan seseorang yang mampu menyelamatkan kita dari sebuah nestapa, tetapi untuk menjadi seseorang yang tak lagi membutuhkan penyelamatan ketika duka datang menghampiri.

Untuk waktu yang lama, saya telah belajar bahwa orang-orang yang tepat yang dikirim takdir dalam lintasan kehidupan kita akan membantu kita memperbaiki segala hal yang patah dihempas duka nestapa. Mereka adalah orang-orang pilihan yang akan membantu kita memperbaiki segalanya. Bahwa suatu saat, pada waktu yang telah ditentukan oleh takdir, mereka akan datang pada kita dan tiba-tiba hidup kita pun akan terasa kurang menyakitkan lagi. Rasa sepi yang bersarang di dada kita akan lenyap, bagian yang patah pun perlahan terpulihkan.

Tetapi kenyataannya, tidak ada seorang pun yang bisa menyatukan setiap patahan dan menyembuhkan setiap goresan luka di tubuh rasa kita. Mereka yang dikirim takdir dalam kehidupan kita mungkin mencintai kita sepenuh jiwa. Mereka berjalan di sisi kita dengan menggenggam tangan kita erat. Mendukung segala hal yang kita lakukan. Tetapi ada pertempuran di dalam diri kita yang hanya bisa kita hadapi dan lawan seorang diri.

Karena itu, salah satu hal yang paling penting di dalam hidup kita adalah ketika kita mampu menyadari bahwa kita telah menjadi penyelamat untuk diri kita sendiri.

#fragmen

Saturday, 29 August 2015

Semua waktu adalah tepat untuk sebuah kata maaf.

Manusia terlahir sebagai mahluk sosial, saling membutuhkan satu sama lain. Berinteraksi untuk  saling melengkapi. Kita membutuhkan seorang teman sebagai cermin atas siapa diri kita sebenarnya, kita memiliki seorang sahabat sebagai sosok yang kita percaya untuk berbagi segala suka dan duka yang terkadang enggan kita ceritakan pada orang lain, kita dipertemukan dengan seseorang yang kita sebut kekasih agar kita bisa belajar memahami dan memberi perlindungan atas apa yang kita kasihi, dan sebuah keluarga sebagai tempat kita mencurahkan dan memperoleh semua kebahagiaan yang kita inginkan sebagai pelengkap ibadah kita ke padaNya.

 

Namun terkadang, kita menyakiti perasaan mereka. Kita membuat mereka bersedih sampai meneteskan air mata. Entah kita sadari ataupun tidak. Keegoisan adakalanya mendominasi hati kita. Meski hati menyadari kesalahan yang telah diperbuat, namun sang bibir masih saja enggan mengucapkan satu kata “MAAF”. Kita terlalu naïf menjadi seorang manusia yang begitu keras menjaga harga diri. Rasa kita abaikan, bisikan kebaikan Tuhan pada nurani kita acuhkan.

 

Menunggu waktu yang tepat untuk sebuah kata maaf yang tulus dari hati terkadang jadi alasan, hingga akhirnya orang-orang yang kita sayangi berlahan melangkah, menjauh meninggalkan kita dalam penyesalan yang tanpa batas. Bukan salah mereka. Keangkuhan kitalah yang dengan sengaja menciptakan hubungan yang kaku hingga mereka pergi.

 

Mengapa kesombongan, keangkuhan, dan egoisme yang mesti kita pertahankan jika pada akhirnya penyesalan merajalela dalam batin kita? Bayangkan, jika kita kehilangan hari esok untuk memulai kebaikan yang tulus. Saat Tuhan mengambil semua waktu yang kita punya untuk menyadari kesalahan-kesalahan kita, saat Tuhan mengambil orang-orang yang kita kasihi untuk selamanya.

Karena itu, kita  harus belajar mendengar, meminta dan memberi maaf sebelum Tuhan mengambil semua waktu yang Dia pinjamkan ke pada kita.

 

Kepada Susan D.

Terimakasih telah menginspirasi.

Monday, 8 October 2012

TRUTH

Break my heart with the truth before you lose me and my trust with your lies...
You must be honest with yourself, before you can be honest with others, then and only then you can claim to be an honest person....
Truth eventually it will snap back at you....
The truth doesn't cost you anything, but lies will cost you everything.

- I rather you tell the truth , it might hurt....
But, these lies you keep telling to save me the pain,
hurt TWICE as more...
Be careful when you stretch the truth.....
   
(Brian J Townsend)

Saturday, 21 January 2012

She Sang

She Sang
She sang of the earth, she sang of the sea

She sang of the pure clear air
She sang of the Lord, she sang of the Child
She sang of the Lady fair

She sang from beyond the Hollow Hills
She sang the song of the free
She sang and she sang, and oh how she sang
For this was the land of the Sidhe

She sang of the creatures of land and sea
She sang of the birds of the sky
She sang and she sang and oh how she sang
She sang of the when and the why

She sang of a coming, she sang of a going
She sang of a joyous return
She sang of the fields, the flowers and trees
She sang of the fires that burn

She sang of the dusk and through the night
She sang of the brightening dawn
She sang of the past, and she sang of the now
She sang of the yet unborn

She sang of the tribe, the kith and the kin
She sang of lore and respect
She sang of the stories the legends and tales
She sang so we wouldn’t forget

A circle she sang, a spiral she sang
Of birth and death and rebirth
She sang and she sang and oh how she sang
For she was our Mother Earth.